Soppeng, GOVAL NEWS.Com - Kapolres Soppeng diminta memperlihatkan nyali membongkar dugaan bancakan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di Kecamatan Marioriawa.
Permintaan itu muncul setelah dugaan setoran dalam penyaluran bantuan Alsintan tahun 2025 disebut terjadi dengan nilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebut, sekitar 11 kelompok tani di Marioriawa menerima bantuan Alsintan.
Namun dalam proses penyalurannya , kelompok tani disebut diduga diminta menyerahkan sejumlah uang sesuai jenis alat yang diterima.
“Untuk traktor roda empat diduga diminta Rp50 juta, multifulkator Rp70 juta, sedangkan combine sampai Rp100 juta,” ungkap salah satu sumber kepada wartawan.
Sejumlah sumber lain juga menyebut adanya kelompok tani yang diduga menerima bantuan lebih dari satu kali.
Dugaan fee bantuan mengalir ke pihak tertentu dan ada oknum yang disebut ikut memfasilitasi distribusi bantuan tersebut.
“Iye, saya sering lihat langsung saat pengantaran barang. Ada kelompok yang disebut dapat bantuan lebih dari sekali. Saya juga dengar ada fee yang mengalir ke pihak tertentu dan ada oknum yang disebut ikut memfasilitasi,” sambung sumber lainnya.
Dugaan bancakan bantuan Alsintan di Marioriawa membuat penyaluran bantuan pertanian di Soppeng dinilai semakin kacau.
Bantuan negara yang seharusnya membantu petani malah disebut dibarengi dugaan permainan uang dan bagi-bagi keuntungan.
Untuk itu , Ketua Lembaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara (LPKN), Alfred, meminta Kapolres Soppeng tidak hanya terlihat cepat menangani perkara kecil sementara dugaan permainan bantuan pertanian dengan nilai besar belum disentuh.
“Jangan cuma cepat bergerak kalau kasus kecil. Dugaan bancakan bantuan Alsintan di Marioriawa ini nilainya besar dan sudah ramai dibicarakan di lapangan. Kapolres Soppeng harus tunjukkan keberanian, jangan diam dan jangan pura-pura tidak tahu. Bongkar siapa yang bermain, telusuri aliran fee-nya,” kata Alfred, Rabu (18/5).
Menurutnya , dugaan setoran dalam bantuan Alsintan sudah melewati batas karena menyangkut bantuan negara untuk petani.
“Kalau bantuan petani sampai diduga dibebani setoran puluhan sampai ratusan juta rupiah, itu sudah sangat memalukan. Bantuan negara jangan berubah jadi tempat cari uang dan ajang bancakan oknum tertentu. Jangan sampai hukum hanya berani ke bawah, tapi melemah saat menghadapi dugaan permainan besar,” tandasnya.
Hingga berita ini dipublikasikan , pihak terkait maupun aparat penegak hukum belum dimintai tanggapannya terkait dugaan fee dalam penyaluran bantuan Alsintan tersebut.*** Tim ***

Komentar0