Soppeng - GOVAL NEWS.id - Proyek pembangunan Jembatan Kessing di Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng yang menelan anggaran sebesar Rp4.307.814.470 dari APBD Tahun 2025 bikin kepala karena kualitasnya yang diduga amburadul.
Berdasarkan pantauan LSM dan wartawan , kondisi jembatan Kessing tersebut terlihat mengalami retakan dan terkesan rapuh pada permukaannya.
Hal itu menurut sejumlah pihak, material yang digunakan khususnya semen dan campuran beton tidak sesuai spesifikasi teknis.
Padahal, dalam dokumen pekerjaan disebutkan bahwa konstruksi jembatan menggunakan beton struktural mutu K-350 atau setara dengan MPA 30 yang dianggarakan sebanyak Rp 1,2 milyar yang seharusnya memiliki daya tahan tinggi terhadap beban dan kondisi lingkungan namun fakta lapangan dinilai tidak sebanding.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Fayutama Jaya Karya dengan pengawasan PT Intra Persada Konsultan. Namun, besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah dinilai belum sebanding dengan hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan.
“Proyek yang menelan anggaran sebesar itu kok begini kualitasnya, 4 miliar lebih emang begini jadinya yah,“ ungkap salah satu sumber dengan nada terbahak-bahak.
Senada dengan itu , Ketua Investigasi dan Monitoring Lembaga HAM Indonesia (LHI) Soppeng, Afis, mengatakan bahwa proyek jembatan yang menelan anggaran sebesar itu harusnya tidak amburadul begini.
“Katanya dianggarkan setiap item tapi kok jadinya begini? Jangan-jangan ada oknum yang hanya menjadikan proyek ini sebagai ladang keuntungan,“ tandai aktivis itu kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
(Penulis: Erwin Goval)

Komentar0